Rabu, 28 Oktober 2015

PEMUDA DAN PERMAINAN YANG SIA-SIA





            Masih banyak remaja yang suka ngabisin pagi sampai malem buat permaian yang kurang bermanfaat. Dalam satu hadits disebutkan bahwa Baginda Nabi saw bersabda : “Tanda baiknya ke-Islaman pada diri seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang sia-sia (Tidak bermanfaat)”.
            Kayak gimana sih permainan yang sia-sia (tidak bermanfaat) itu? Di bawah ini misalnya :
1.      Mencet  nomor-nomor handphone atau telepon rumah secara acak, terus gangguin orang-orang yang lagi tidur, neror atau menggoda anak gadis orang lain. Para pelakunya selain berdosa, dapet sumpah serapah. Sementara para malaikat mencatat dan menuliskannya dalam buku catatan amal. Allah swt berfirman :
Artinya : “Yaitu ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebalah kiri” (Q.S Qaaf : 17).
Allah swt juga berfirman :
Artinya : “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (d isisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu)” (Q.S al-Infithar ; 10-11).
2.      Nyetir mobil atau sepeda motor ugal-ugalan, dengan kecepatan gila, ngelanggar rambu-rambu lalu lintas, gangguin kaum muslimin di jalan raya. Sering remaja kayak gini ngegas semaunya, seolah-olah jalan raya tuh medan balap. Dengan alasan memacu adrenalin, mereka menguji nyali di jalanan unyuk menghabiskan waktu atau bahkan menghambur-hamburkan harta. Mereka ngerasa udah hebat dan banyak yang ngagumi. Padahal, tindakan mereka itu kayak bunuh diri, bisa berakibat kematian atau cacat seumur hidup.
Ugalan-ugalan di jalanan itu selain dapat membahayakan diri sendiri, juga dapat membahayakan orang lain. Dalam hal ini Allah swt berfirman :
            Artinya : “Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (Q.S al-Baqarah : 195).
            Dan di sebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah saw bersabda :
            Artinya : “Janganlah kamu membahayakan diri sendiri dan orang lain”.
3.      Ada yang nyadu game elektronik seperti play station, game online dan lain-lain. Siang, malem, main terus-terusan. Salah seorang fudhala’ menceritakan tentang salah seorang remaja tiga hari berterut-turut ikut turnamen game play station ini, berhentinya kalau mau tidur dan buat hajat saja. Waliyadzubillah.
Untuk mereka semua , ada sebuah kisah yang mungkin bisa bikin sadar bahwa mereka telah menyalahi fitrah yang Allah gariskan dan menyimpang dari tujuan Allah menciptakan mereka :
Allah swt berfirman :                                                                                    
Artinya : “Dan Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah Ku” (Q.S adz-Dzariyat : 56).
Salah seorang Salafus Shalih lewat di depan seorang pemuda yang sedang bermain-main. Seorang pemuda lain ngeliatin mereka sambil menangis sedih. Salafus Shalih tadi menyangka bahwa pemuda yang menangis ini ingin bermain bersama mereka. Maka ia bertaya : ‘hai anakku, maukah aku belikan mainan untukmu seperti yang mereka miliki? Pemuda itu menjawab : “bukan karena itu aku menangis”. Lelaki itu bertanya : “jadi mengapa kamu menangis?” ia menjawab : “aku menangisi mereka karena telah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan tujuan mereka diciptakan. Tidakkah mereka mendengar firman Allah swt mencela sikap sebahagian manusia :
      Artinya : “maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami” (Q.S al-Mukminun : 115).
      Maka takjublah lelaki tadi mendnegar jawaban yang teramat menyentuh dari pemuda itu. Lalu ia berkata kepadanya : “Hai anakku, beri aku nasihat! Maka pemuda itu berkata dengan nada yang mengundang simpati :
      “Dunia tidaklah kekal abadi bagi orang yang hidup. Dan orang yang hidup tidaklah kekal aabdi di dunia”.
Nah, jika ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya hendaklah para pemuda/I meninggalkan perkara-perkara yang sia-sia sebagai yang telah di sebutkan di atas! Semoga Allah swt menjadikan kita hamba yang shaleh serta berakhlaq mulia.
Mari di share. Semoga yang ngebaca tersentuh hatinya. Sehingga ia tinggalkan perkara-perkara yang sia-sia itu. Berarti kita sudah menunjukkan kebaikan untuk orang lain. Dan menunjukkan kebaikan itu diberi ganjaran pahala yang besar loh….

Wallahu a’lam bis-showab..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar